Secepat Apa Airbag Mengembang


Airbag atau kantung telah jadi perangkat standard pada mobil keluaran baru. Meskipun memang penyematan feature itu masih sebatas ide pabrikan, serta belum ditata di ketentuan perundang-undangan di Indonesia. 

Elemen ini masuk dalam kelompok feature keselamatan pasif, yang kerja dengan automatis saat kecelakaan berlangsung. 

Tetapi selain itu, sudah pernahkah terpikir, sebetulnya sebegitu cepat si kantung udara ini mengembang hingga dapat mereduksi luka waktu kecelakaan? 

Merilis Carsdirect, biasanya airbag mengembang dalam tempo 25 sampai 55 milidetik. Angka itu mirip kecepatan mata pada sebuah kedipan. Ya dalam makna lain, mengembangnya cepat sekali. 

Ini sebab langkah kerja airbag di dukung sensor, inflator, serta electronic control unit (ECU). Jadi saat tabrakan berlangsung, sensor akan langsung mengirim signal ke ECU, yang selanjutnya melanjutkan perintah ke inflator yang berada di setir atau dashboard, untuk selekasnya meningkatkan airbag. 

Di inflator airbag, ada proses elektrikal berbentuk kawat tipis. Waktu ada arus listrik, kawat barusan akan membakar propelan airbag yang memiliki kandungan azida natrium. 

Nah dari pembakaran ini akan membuahkan gas nitrogen yang menggelembungkan airbag. 

Tetapi jangan bingung jika airbag mengembang keluar asap putih. Asap ini adalah tepung jagung atau bedak talkum yang bermanfaat menahan kantung melekat saat terlipat. Jika kantung sampai terlipat, khawatirnya proses peningkatan tidak prima serta malah mencelakakan. 

Tetapi butuh dimengerti juga, ada banyak masalah airbag tidak mengembang seperti diadukan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) atau tubuh keselamatan jalan raya di Amerika, misalnya: 
  • tidak sampai kecepatan minimal yang sudah dipastikan 
  • efek tabrakan tidaklah terlalu besar 
  • sisi mobil yang tertabrak 
  • seatbelt yang tidak terpakai 
  • sensor tidak menjumpai terdapatnya penumpang 
  • airbag tidak ditukar dengan yang baru.

Belum ada Komentar untuk "Secepat Apa Airbag Mengembang "

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel