KBKPH Banjar Optimalkan Patroli Demi Antisipasi Perusakan Gunung Sungkur


Antisipasi perusakan Gunung Sangkur merupakan sebuah program yang dibuat oleh pemerintah daerah Banjar demi menjaga wilayah hutan tetap terjaga dan lestari. Pemerintah mengutus Kepala Bagian Kesatuan Pengelolaan Hutan atau KBKPH Kota Banjar Selatan yang dibantu oleh pihak Kepala Resort Pengelolaan Hutan Kota Banjar. 

Tujuan pengutusan tersebut adalah untuk mengoptimalkan kegiatan pengawasan serta patroli yang dilakukan oleh mereka. Kegiatan pengawasan dan patroli tepat dilakukan di area hutan jati Gunung Sangkur, Kota Banjar, Jawa Barat. 

Antisipasi Perusakan Gunung Sangkur 

Dilansir dari harapanrakyat.com, perwakilan dari KBKPH Banjar Selatan, yakni Amar Sukmana berpendapat jika total keseluruhan jumlah petak yang dimiliki oleh area Gunung Sangkur adalah sejumlah 13 petak. 

Seluruh petak tersebut tersebar pada posisi letak 57-70. Sedangkan ukuran luas dari lahan perkebunan yang ada di sekitarnya adalah 597,07 hektare. Ukuran tersebut terbilang sangat luas untuk sebuah lahan perkebunan. 

Ukuran luas lahan perkebunan tersebut, kata Amar, tersebar pada 4 titik pedesaan dan 2 kelurahan. Empat titik pedesaan tersebut adalah Desa Karyamuti, Desa Kujangsari, Desa Mulyasari, dan Desa Batuwalang. Sedangkan dua kelurahan tersebut adalah Kelurahan Pataruman dan Kelurahan Hegarsari. Semuanya tersebar dengan luas yang berbeda-beda. 

Amar melanjutkan jika pihaknya dibantu oleh Perhutani berupaya untuk selalu mengoptimalkan tingkat kewaspadaan disampingpengawasan dan juga patroli. Selain itu, pihaknya juga terus mengajak masyarakat setempat untuk selalu melakukan antisipasi perusakan Gunung Sangkur. 

Tumbuhkan Kesadaran Masyarakat 

Upaya utama yang mereka lakukan sebenarnya bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran dari seluruh komponen masyarakat agar kondisi hutan tetap selalu terjaga dan juga lestari. 

“Program pembinaan kepada warga masyarakat sudah dilakukan melalui beberapa kegiatan. Beberapa kegiatan tersebut seperti mengadakan giat bersih bersama-sama yang dilakukan tiap minggu sekali di kawasan hutan Dusun Cigadung. Bahkan, agar kesadaran masyarakat lebih peka lagi, di setiap titik-titik potensial sudah banyak terpasang papan pengingat yang berisi kalimat imbauan,” tutur Amir saat diwawancarai oleh HR Online ketika sedang melaksanakan pengawasan dan patroli di area Gunung Sangkur, Senin, (28/10) 

Selain program pembinaan yang telah dilakukan, Amar menjelaskan kembali jika masih ada beberapa kegiatan lainnya yang dilakukan untuk tujuan yang sama. Misalnya saja yang baru dilaksanakan beberapa waktu yang lalu adalah melakukan program penanaman pohon mahoni di setiap titik yang potensial. 

Tujuan penanaman tersebut adalah agar tercipta banyak sekat hijau untuk antisipasi perusakan Gunung Sangkur. Harapannya, dengan penanaman tersebut dapat semakin meningkatkan juga lahan terbuka hijau di kawasan tersebut. 

KBKPH Persilahkan Warga Budidaya Tanaman Tumpangsari 

Tak hanya itu, pihak KBKPH juga memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada seluruh warga masyarakat yang ingin melakukan budidaya tanaman tumpangsari di lokasi yang sekiranya mampu membuat area menjadi terlindungi. Namun, disamping memberikan izin, seluruh warga masyarakat juga harus mematuhi seluruh aturan yang telah ditetapkan. 

“Tidak ada batasan mengenai siapa yang boleh untuk melakukan budidaya tanaman tumpangsari. Atau mungkin jika menginginkan tanaman lainnya juga diperbolehkan, asalkan tetap dari tanaman yang sejenis. Selain itu yang terpenting adalah harus mengikuti seluruh peraturan yang telah ditetapkan dan juga tidak boleh merusak pepohonan lainnya yang sudah ada,” jelasnya. 

Kebakaran Akibat Kelalaian 

Mengungkit terkait kebakaran pada lahan di sekitar Gunung Sangkur yang terjadi beberapa waktu lalu, Amar menegaskan jika hal itu terjadi karena adanya kelalaian. 

Ia pun sudah meminta maaf. Untungnya, kebakaran tersebut tidak menimbulkan kerugian karena memang yang tersulut api hanya bagian ranting dan juga dedaunan yang sudah kering. Untuk itu pihaknya kini lebih memperhatikan lagi terkait antisipasi perusakan Gunung Sangkur. 

“Jika ada kebakaran, informasi akan langsung cepat kami terima. Sebab, kami selalu menjalin koordinasi yang baik dengan seluruh pihak yang terlibat,” tukasnya. 

Amar, memberikan imbauan penting kepada seluruh masyarakat dan pihak yang terlibat untuk tetap meningkatkan upaya mengantisipasi kerusakan Gunung Sangkur agar semuanya bisa merasakan manfaatnya. Selain itu, juga agar generasi selanjutnya bisa menikmati suasana alam yang masih asri. 

“Saya berharap seluruh masyarakat dapat selalu bekerja sama. Jangan sampai ada aktivitas yang merusak apalagi sampai membakar,” imbuhnya. 

Kemudian, pihak dari Kepala Resort, Heryanto, menambahkan jika pihaknya rutin melakukan pengawasan setiap hari untuk mencegah adanya berbagai kerusakan yang dapat mengancam hutan. 

Intinya, demi tercapainya tujuan yang ada, semua pihak harus saling bersinergi dan juga bekerja sama. Semuanya dilakukan untuk menjaga dan antisipasi perusakan Gunung Sangkur. 

Belum ada Komentar untuk "KBKPH Banjar Optimalkan Patroli Demi Antisipasi Perusakan Gunung Sungkur"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel